Beringin Resmi Tak Berkoalisi dengan Demokrat, Golkar Usung Capres Sendiri

ZOOM2009-04-22
[JAKARTA] Partai Golkar memutuskan untuk mengurungkan rencana berkoalisi dengan Partai Demokrat untuk membentuk pemerintahan ke depan. Hal itu disebabkan komunikasi politik intensif untuk melanjutkan pemerintahan SBY-JK tidak terdapat kesamaan pandangan. Untuk itu, Golkar menyiapkan capres sendiri untuk maju dalam Pilpres 8 Juli mendatang.

Hal itu diungkapkan Sekjen Partai Golkar Sumarsono kepada wartawan sesuai rapat pimpinan harian DPP Partai Golkar, di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (22/4).

Sumarsono menjelaskan, kebuntuan pembicaraan koalisi dengan Partai Demokrat karena Golkar menolak permintaan Demokrat untuk mengajukan lebih dari satu nama kandidat cawapres yang akan disandingkan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Partai Demokrat bersikeras meminta Partai Golkar mengajukan lebih dari satu nama. Sedangkan Partai Golkar hanya ingin satu nama, yakni Jusuf Kalla. Atas kebuntuan itu Partai Golkar menghentikan hubungan koalisi dengan Partai Demokrat,” ujarnya.

Terkait hal itu, lanjut Sumarsono, rapat pimpinan memberi mandat penuh kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla, untuk membuka komunikasi politik dengan partai-partai politik lainnya, guna membangun pemerintahan yang kuat di luar Partai Demokrat.

Mega Bertemu JK

Mengenai siapa yang akan diajukan sebagai capres dari Golkar, Sumarsono mengatakan, hal itu akan diputuskan pada rapat pimpinan khusus yang berlangsung di Jakarta, Kamis (23/4). Menurut sumber di DPP, selain Jusuf Kalla, nama Sri Sultan Hamengku Buwono X juga diskenariokan untuk diajukan menjadi capres.

Menyikapi keputusan Golkar tersebut, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, Rabu siang bertemu dengan Jusuf Kalla di rumah dinas wakil presiden, Jalan Diponegoro, Jakarta.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arif Sirajuddin menyatakan Golkar pada dasarnya berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara. Golkar bisa memilih partai lain untuk mengusung sendiri capres dan cawapres.

Senada dengannya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Golkar Jatim, Soedjito menyatakan pihaknya berkeinginan mengajukan JK sebagai capres.

Sedangkan, jajaran DPD II Golkar Kalimantan Barat mengancam akan memboikot rapimnas, apabila tidak dilibatkan. Menurut Ketua DPD Golkar Pontianak, Gusty Hersan Aslirosa, pihaknya bersama pengurus DPD II se-Indonesia akan memaksa masuk ke ruang sidang, bila jajaran DPD II tidak dilibatkan.

Menurutnya, DPD II juga memiliki hak untuk bicara dan membahas berbagai agenda dan permasalahan yang ada di tubuh partai. “Jika hanya DPD I yang dilibatkan dalam rapimnas, dikhawatirkan aspirasi masyarakat tidak tertampung. Selain itu aspirasi dari daerah juga tidak akan terserap dengan baik,” katanya.

Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Universitas Airlangga, Surabaya, Airlangga Pribadi menyatakan Golkar yang membentuk poros baru bakal mengusung JK sebagai capres. Poros baru ini akan menggaet parpol yang hingga saat ini masih mengambang, seperti Partai Persatuan Pembanguan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Senada dengannya, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli menyatakan Golkar berpeluang menggaet PPP dan PAN, serta partai kecil lainnya, untuk mendapatkan minimal 25 persen suara sah secara nasional. “Keputusan itu mungkin berkaitan dengan harga diri Golkar,” tegasnya.

Secara terpisah, Garin Nugroho, anggota Tim Pelangi Nusantara, tim sukses Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyatakan Partai Golkar sebaiknya mengusung Sri Sultan sebagai capres. Sultan merupakan figur pilihan dengan tingkat elektabilitas dan akseptabilitas tinggi.

Dia menyambut positif keputusan Golkar tidak berkoalisi dengan Demokrat.

“Kalau Golkar masih tetap bergabung dengan Demokrat, hal itu sama dengan induk menyusui bayi. Golkar sebagai partai yang punya nama, akan terus membesarkan Demokrat dan Golkar tak pernah bisa mengaktualisasikan dirinya. Sudah cukup bagi Golkar selama lima tahun bekerja sama dengan Demokrat, dan sekarang saatnya Golkar harus berdiri sendiri, dan mengusung capres sendiri dalam pilpres Juli mendatang,” katanya.

Keputusan Dihormati

Sementara itu, anggota Tim Sembilan Partai Demokrat, Ruhut Sitompul menyatakan pihaknya menghormati keputusan Golkar yang berani mengajukan capres sendiri. “Semua dinamika politik yang berkembang dihargai oleh Partai Demokrat,” ujarnya.

Menurutnya, langkah Partai Golkar yang bersikeras tetap mengusung JK sebagai pendamping SBY merupakan sikap yang tidak realistis dan tidak rendah hati. “Sebenarnya mereka bisa saja tetap dengan pilihan itu, jika target mereka untuk memenangi 30 persen suara dalam pemilu terlaksana. Jika keadaannya seperti sekarang ini, Golkar sepantasnya rendah hati dan memikirkan permintaan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengusulkan lebih dari satu nama cawapres,” katanya.

Sementara itu anggota Tim Sembilan lainnya, Syarif Hasan mengatakan koalisi dengan Golkar merupakan prioritas kerja Tim Sembilan. “Kami mengusahakan pembicaraan yang intensif dengan Golkar.

Selain itu, kami juga membangun komunikasi dengan PAN dan PPP. Intinya, Demokrat membutuhkan dukungan yang kuat di parlemen,” katanya.

Ketua DPP Bidang Politik Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengatakan bahwa hingga saat ini Demokrat tetap berjuang untuk berkoalisi dan bekerja sama secara baik dengan Golkar.

“Kita membutuhkan kerja sama yang institusional, partai dengan partai bukan partai dengan perseorangan. Kita membutuhkan kerja sama yang lebih mendalam dan kuat serta berpengaruh pada kesejahteraan dan kebaikan bersama,” katanya. [M-16/EMS/070/142/146/ 080/R-15/J-11]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: