Sejak Awal Antasari Memang Diragukan

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif, Antasari Azhar bersama tim pengacaranya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Senin (4/5). Antasari diperiksa sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

Senin, 4 Mei 2009 | 13:57 WIB

Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak nama Antasari Azhar tercantum dalam daftar nama kandidat ketua Komisi Pemberantasan Korupsi yang diserahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berbagai kalangan sudah meragukan kinerja dan komitmennya.

Hal ini, misalnya, tercermin ketika Antasari menangani kasus Tommy Soeharto sewaktu masih menjabat Ketua Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Hal ini disampaikan Penasihat Hukum Kemitraaan untuk Tata Pemerintahan yang Lebih Baik Dadang Trisasongko, Senin (4/5) di Gedung KPK, Jakarta. “Saat itu memang kinerjanya mengundang banyak keraguan. Padahal, di KPK, problem integritas sekecil apa pun tidak boleh ditoleransi,” ujar Dadang.

Dadang juga mengkritisi proses seleksi Ketua KPK yang dilakukan oleh panitia seleksi di DPR. Menurutnya, saat itu, pansel memiliki kesulitan mengumpulkan rekam jejak para kandidat. “Selain itu, partisipasi publik tidak cukup mendapat tempat pada proses tersebut,” ujar Dadang.

Ke depannya, kata Dadang, partisipasi publik dalam proses seleksi harus diakomodasi secara tepat sehingga dapat menghasilkan orang yang bersih dan berintegritas. Menurutnya, integritas merupakan taruhan utama di lembaga otonom tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: