Aduh, Si Adik Tak Berani Tidur Sendiri

Meski tentu tidak membahayakan, tapi ketika anak terbiasa tidur bersama orangtuanya terus menerus, tentu pada suatu titik akan berpengaruh pada tahapan kemandirian anak.
Jumat, 16/4/2010 | 09:56 WIB

KOMPAS.com – Meski tentu tidak membahayakan, tapi ketika anak terbiasa tidur bersama orangtuanya terus menerus, tentu pada suatu titik akan berpengaruh pada tahapan kemandirian anak. Terutama anak-anak usia sekolah, seharusnya sudah belajar tidur di kamar sendiri. Manfaatnya selain latihan kemandirian adalah belajar memiliki privasi serta latihan beradaptasi menghadapi situasi yang tidak terduga dan seterusnya.

Penyebab:
* Takut berpisah atau merasa tidak diperhatikan lagi
Beberapa anak merasa masih takut berpisah dengan orangtuanya. Atau kalau tidur berpisah merasa sudah tidak disayang/diperhatikan lagi oleh orangtuanya.

* Sering mengalami mimpi buruk
Anak-anak yang mengalami mimpi buruk umumnya juga takut ketika harus mulai tidur sendiri.

* Kamarnya tidak nyaman (berantakan, banyak nyamuk, panas, dan pengap)
Biasa tidur di kamar orangtua yang luas, bersih dan nyaman, membuat sebagian anak enggan pindah ke kamarnya sendiri yang tak senyaman kamar orangtuanya.

* Pola asuh yang permisif
Sebagian orangtua terbiasa memperbolehkan apa saja yang diinginkan anaknya. Jadilah tiap kali anak kembali ingin tidur bersama orangtua diperbolehkan, meski sebenarnya sudah latihan untuk tidur di kamarnya sendiri.

* Masih selalu dianggap anak kecil
Anak tunggal, anak bungsu, umumnya selalu dianggap anak kecil oleh orangtua sehingga tidur pun masih selalu bersama meski sudah duduk di bangku SD.

Solusi:
Sesuaikan solusi dengan penyebabnya. Kalau penyebabnya adalah ketakutan berpisah, berikan penjelasan bahwa meski tidur terpisah tidak berarti orangtua tidak memerhatikannya lagi, sebaliknya itu adalah tanda bahwa ia sudah besar dan pintar. Kalau anak sering mimpi buruk, coba kurangi aktivitasnya di siang hari. Kelelahan bisa menjadi salah satu penyebab anak sering mimpi buruk.

Bila yang menjadi penyebab adalah kamarnya yang tidak nyaman, ajak anak untuk mendekorasi sendiri kamarnya sehingga terasa lebih nyaman. Memasang gambar tokoh idolanya, bed cover yang sesuai, dijaga kebersihannya, dan seterusnya. Bila yang menjadi masalah adalah pola asuh, maka mau tak mau, orangtua harus berbesar hati untuk mengubah pola asuhnya. Lakukan “pindahan kamar” ini secara bertahap, misalnya hanya di hari sekolah, sementara hari libur masih tidur bersama, atau sebelum tidur orangtua masih menemani sebentar, dan seterusnya.

(Tim panduan buklet bonus Nakita)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: