Mengemudi Jauh, Wasir Mendekat

Selasa, 31 Agustus 2010 19:00 WIB

Menurut terminologi kedokteran, ambeien identik dengan hemoroid  atau wasir bagi masyarakat awam. Celaka jika ambeien menyerang saat berkendara, perjalanan mudik pun menjadi siksaan bagi si penderita.

Secara proses hal ini bisa terjadi akibat terganggunya pembuluh darah balik. Terganggunya aliran darah balik ini selanjutnya menyebabkan pelebaran pembuluh perianal (sekitar anus) yang terjadi karena buang air besar (BAB) yang dipaksakan.

“Seperti halnya varises, ambeien terjadi akibat gangguan pembuluh darah yang terhambat. Hanya saja lokasinya saja yang membedakan,” jelas Dr. Laurensius K.T. Ibaratnya saluran aliran pembuluh darah tersumbat membentuk ‘bendungan’ dan siap keluar. Oleh karena itu kenali gejala hingga tahap ambeien yang parah.

Ada 2 macam ambeien yakni ambeien dalam dan luar. Pada ambeien dalam terdapat pembuluh darah pada anus yang ditutupi oleh selaput lendir yang basah. Jika tidak ditangani bisa terlihat muncul menonjol ke luar seperti wasir luar.

Terakhir ambeien luar yang merupakan varises di bawah otot yang umumnya berhubungan dengan kulit. Biasanya ambeien ini terlihat tonjolan bengkak kebiruan pada pinggir anus yang terasa sakit dan gatal.

Hemoroid  sendiri terbagi dalam 4 tahap. Tahap pertama ketika ambeien masih berada di dalam dan hanya bisa dilihat via teropong (protoskop). Kedua, wasir sudah keluar tapi bisa masuk kembali dengan sedirinya. Ketiga, ambeien keluar dan bisa dimasukkan kembali dengan bantuan tangan. Terakhir, hemoroid  keluar dan sulit untuk dimasukkan dan mesti dioperasi.

Berkenaan dengan berkendara, rentang waktu duduk menjadi pemicu gejala. Sementara untuk stadium 3 dan 4 disarankan Anda tidak mengendarai mobil. Sebaiknya, konsultasikan penyakit tersebut dengan dokter. Selain untuk penyembuhan, aktivitas berkendara Anda tidak terganggu lagi.

Lakukan stretching setiap jam
Berkendara dan wasir merupakan 2 hal berbeda, namun bisa saling berkaitan dalam kondisi tertentu. Apalagi bila berkendara menempuh jarak dan waktu lama.

Celakanya, berlama-lama berada di kokpit membuat kita selalu duduk dan terus berkonsentrasi. Hal ini memicu hadirnya ambeien.

“Makanya, setiap jam perlu dilakukan stretching  untuk melancarkan dan melemaskan otot di sekujur tubuh, terutama pinggang dan kaki. Kalau memungkinkan senam ringan dan minum air putih yang secukupnya,” jelas Dr. Laurentius K.T.

Selain itu, jangan membiarkan Anda tetap duduk selama 2 jam terus menerus tanpa pergerakan. Nah, kebiasaan inilah yang dimahfumi sebagian pengendara. Parahnya, hal ini baru disadar bila penyakit ikut sudah masuk stadium tinggi.

Kenali gejala dan antisipasi
belum menderita lebih dalam, kenali gejala ambeien sejak dini. Umumnya penderita akan mengalami pendarahan dubur dengan warna darah merah muda yang menetes atau mengalir lewat lubang anus (dubur).

Penderita juga akan merasa ada ganjalan pada anus ketika bab sehingga penderita akan mengejan yang bisa memperparah wasirnya.

Selain itu biasanya anus akan terasa gatal akibat virus dan bakteri yang membuat infeksi. Bila hal ini sudah mendera, konsultasi ke dokter dan terapkan hidup sehat dan olahraga yang teratur.

Disunting dari majalah Autobild Penulis : Toni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: