Stres Alat Kontrasepsi Masyarakat Modern

Stres Alat Kontrasepsi Masyarakat ModernBAGI masyarakat modern terutama mereka yang tinggal di perkotaan, stres telah menjadi alat kontrasepsi. Ya, stres dan seks memang pasangan yang cukup kontras. Menurut para ahli, secara global, infertilitas atau ketidaksuburan telah meningkat hingga 30 persen dalam dua dekade. Dan, dipastikan stres adalah penyebab utamanya kurangnya aktivitas di atas tempat tidur.

Jam kerja yang panjang dan padatnya rutinitas membuat pasangan suami-istri secara tak sadar selalu sibuk dengan ponsel masing-masing. Meski tengah berlibur, laptop dan ponsel pun tak jauh dari jangkauan. Kini suami-istri yang sama-sama bekerja pun lebih cenderung menjemput anak dari sekolah sepulang kerja dan makan malam dengan masakan yang telah dipesan dari rumah makan. Tak mengherankan bila angka perceraian pun meningkat.

Tingkat stres memang makin mengkhawatirkan dari tahun ke tahun baik pada pria dan perempuan dan ditengarai sebagai penyebab meningkatnya infertilitas. Secara klinis, stres memang memiliki peran sebagai penyebab disfungsi ereksi. Stres bisa memicu meningkatnya produksi adrenalin yang otomatis akan mengurangi onsida nitrat yang berperan merelaksasi otot.

Jadi, ketika Anda stres, impuls syaraf pembuluh akan memengaruhi otot polos pada pria sehingga mengurangi aliran darah yang memicu ereksi. Menurut studi yang dilakukan Asosiasi Psikologi Amerika, 48 persen warga AS melaporkan bahwa kadar stres mereka meningkat tajam selama lima tahun terakhir. Menurut hasil survei, antara 20 dan 52 oersen perempuan AS mengatakan bahwa aktivitas seks mereka tidak seaktif dahulu.

Para ahli pun menyatakan bahwa impotensi psikologis merupakan ‘pembunuh’ aktivitas fisik. Dr Prakash Kothari manyarakankan agar kita mencegah kondisi lain merusak aktivitas seks. “Cobalah teknik manajemen stres, cara itu terbilang efektif. Atau, coba ubah gaya hidup Anda, ubah pola makan, berolahraga rutin, berhenti merokok, dan batasi asupan alkohol Anda. Jika pekerjaanlah yang menyebabkan Anda stres, carilah pekerjaan baru,” ujarnya. Disunting dari tulisan prita daneswari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: